Putri malu.

Dialah yang selalu mengantar saya pergi ke TK dekat rumah di bandung. Masih segar di ingatan bunyi kotak bekal yang ada di tas sekolah saya yang selalu dia bawakan. Sesekali di pinggir taman saya suka minta berhenti sejenak untuk jongkok dan menyentuh tanaman putri malu. Dia yang pertama kali kasih tau saya keistimewaan tanaman itu, yang bakal kuncup waktu disentuh. Dulu saya pikir mereka benar-benar malu sehingga kuncup, itu yang buat saya ketagihan menyapa mereka. Rutinitas sederhana yang indah, sehari belum lengkap kalau belum menjenguk putri malu, seakan- akan mereka milik saya. Dan papa selalu sabar menunggu, bahkan kadang ikutan jongkok dan balapan sama saya adu cepat-cepatan.
Saya ingat dia selalu jalan di samping saya, bunyi kotak bekal, putri malu, kadang ice cream campina yang kalau udah asyik makannya, putri malupun lupa saya sapa, seperti orang yang lupa kawan lama.
Belakangan ketika besaran, saya cuma ingat papa selalu jalan di depan, entah langkah kaki dia yang semakin lebar atau saya yang semakin lambat.

Papa suka pelihara binatang. Dia yang pertama kali ngajarin saya cara memandikan anjing, “pake shampoo orang?” tanya saya keheranan. Anjing pun seperti manusia, ada yang suka mandi, ada yang ngga. Papa juga yang pernah beliin saya anak ayam untuk dipelihara, dengan lampu sebagai penghangat di malam hari, kandang yang mesti sering dibersihin, ayam negri pertama saya tumbuh sangat tambun dan berakhir di meja makan. Marmut, kelinci, burung dara, kura-kura, ikan semua pernah dia pelihara. Dia juga yang pertama kali tunjukkin ke saya cara bantu anjing melahirkan. Dulu saya pikir dia serba bisa, selain main biola dan melukis kuda. Belakangan saya tahu, dia gak terlalu pandai bercakap-cakap.

Papa juga suka renang. Dia yang pertama kali ajarin saya renang. Dulu kita sering pergi renang tiap ada kesempatan, di Pasundan, di Ciater, dan satu lagi saya lupa namanya, yang ada patung Zeus besar di tepi kolamnya. Dulu papa pernah naikin kita (saya dan kakak) ke pundak patung Zeus itu hanya untuk difoto dengan senyum terlebar. Papa bilang dulu dia pernah bercita-cita jadi atlet renang dan atlet badminton, entah beneran atau bercanda.

Papa juga suka musik klasik, waktu kecil Telinga saya terbiasa sama karya-karya mozart, walau kaset pertama yang saya beli adalah michael jackson’s “dangerous”, dia juga yang antar saya ke toko kasetnya waktu itu di bilangan Pasar Minggu.

Papa papa papa, waktu kecil saya dibilang orang anak papa, mirip papa, sifat mirip papa. Bahkan mama sayapun bilang saya anak papa. Sekarang dia udah tua dan banyak hal yang udah ga bisa dia lakukan, sehingga out of my desperation saya pernah mikir dengan cerobohnya: seandainya dia bisa ini, seandainya dia lebih cekatan, lebih ini lebih itu. Puncaknya sebulan yang lalu kira-kira, saat saya telepon ke rumah dan minta dia cari selembar surat penting dan dia kesulitan carinya, dia lupa saya tahu benar, walau dia gak akan pernah ngaku dia lupa. Dia sering lupa. Tapi itu wajar mestinya untuk usianya yang ke 75 (dan masih belum ubanan). Saya tersadar justru keterlaluan kalau saya pun lupa, lupa sama sosok anak kecil yang langkah kaki kanannya sengaja dihentak lebih keras tiap kotak bekal bunyi, anak perempuan yang bicara sama rumput putri malu, anak perempuan yang selalu cari papa pertama kali sampai di rumah sepulang dari sekolah. Lupa kalau papa yang ajarin saya semua hal itu, lupa sama kemungkinan, jika aja papa ga ajarin saya semua itu, saya akan jalan di atas rumput seenaknya menginjak tanaman putri malu dan gak pernah mengecap bahagianya renang sama papa, perasaan yang gak ada duanya.

Hari ini dia ulang tahun ke-76, resmi lebih dari 3/4 abad. masih dengan rambut tanpa uban, salah satu hal yang paling dia banggakan tentang diri dia.

Happy birthday, papa. From the deepest me.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>